RASA YANG TERTINGGAL

Beberapa hari ini, saya merasa ada sesuatu yang ganjal dalam pikiran dan hatiku. ternyata ia adalah rasa cinta yang tumbuh karena ulahmu. ia ingin memihakmu sepenuh hati, untuk disandingkan bersamaku. 
aku mulai terperdaya dibuatnya, dia seakan-akan penguasa dalam ragaku. meski begitu, sering kali kukatakan bahwa ini adalah rasa yang salah. dia tetap memihakmu. 
kumulai hariku seperti biasa, open the note, always writting, always reading. biarkan kutulis bayanganmu dalam catatan kecilku. karena engkau yang mengajarkan aku untuk itu. biarlah aku terperdaya dibuatmu. 
ingin kumelihatmu sekali saja hari ini, namun kutakut engkau akan hanyut karena rasaku menggelembung. ingin kumenyentuhmu sekali saja hari ini, namun kutakut engkau akan loyoh karena rasaku yang menghipnotis.
selalu kupercaya bahwa jiwa yang salah tak akan cocok untukku, namun jika engkau adalah jiwa yang salah. maka kubiarkan engkau disini menuntunku berjalan.
ijinkan Rasaku berunding dengan ragaku. suatu saat mereka akan bermusyawarah denganku untuk mengatakan yang sebenarnya. jikalaupun mereka mengajariku yang salah, biarlah begitu. karena inginku lebih tinggi dibanding butuhku. aku terlalu menginginkan dirimu berjalan denganku kesana-kemari. berbicara akan masa depan yang menguntunkan kedua belah pihak.
memanglah sulit untuk mengungkap, karena engkau tak ingin disapa. engkau terlalu sulit untuk dijinakkan. bisa kukatakan engkau adalah harimau yang besar dihutan dan aku adalah penangkapmu. 
kemarilah bersamaku! kita berjalan, bergandeng tangan, bercanda ria, bertatap muka, menyapa, dan saling mencintai. aku ingin bersamamu.
sesaat aku sadar bahwa ini adalah rasa yang tertinggal dibuatmu. engkau meninggalkan jejak yang terlalu dalam padaku. cinta yang tinggi melukisnya dengan indah dalam hatiku. mungkin suatu saat engkau akan sadar bahwa disini ada rasa menunggumu kembali. seperti pepatah "Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya" itulah dirimu.


Komentar