RINDU SANGATLAH INDAH


Bukankah dengan hidup kedunia ini kita harus mempelajari berbagai banyak hal?

Waktu itu aku terbangun karena mimpi yang mengganggu, entah mimpi buruk ataukah mimpi indah. Tapi aku telah terbiasa seperti itu, aku mulai menyandarkan tubuh pada dinding Imajinasi tingkat dewa. Seakan-akan tubuh ini adalah Raja yang menduduki Istana yang dipenuhi kemegahan.
Aku mulai terhanyut akan dunia Hayal yang mungkin akan membinasakan, tapi terbayang akan Rindu yang Membara dalam Jiwa yang mungil. memanglah singkat hidup kita, yang bahkan pernah di katakan bahwa "Hidup hanya berada antara Adzan dan Shalat" (jika engkau sadar).
Engkau yang dulu tiba-tiba hadir dan tiba-tiba pergi layaknya Jelangkung Pencuri Ayam. Engkau yang menaburkan Biji keindahan namun kau Biarkan Meliar layaknya Binatang Buas. Engkau yang memulai dan mengakhiri layaknya Mati dalam Peran Salib. 
sekarang, aku mulai mengerti banyak Hal. bahwa sesuatu yang kita miliki tidak akan pernah Selamanya di miliki. Aku yang tertinggal akan menjalar keplosok Dunia. menemukan Tangkai yang jatuh karena Angin, untuk kujadikan sandaran Hidup. Aku berpindah tabir ketika semua berakhir, karena disini tak selamanya begini.  
Engkau memang pemangsa, pemangsa hatiku karena sekarang kutak sanggup untuk merasa selain merasa Rindu yang dalam untukmu. namun, memang aku tak takut Rindu untuk mengajarkan Kenangan. biarkanlah! 
GRRRRR!. handphone yang biasanya aku liat ketika terbangun, namun tidak lagi hari ini, aku bahkan terbangun hanya karena rindu akan dirimu. yang hari sebelumnya, aku terbiasa mengucapkan "Selamat pagi!" untukmu. aku ingin merindu, merindu hari kemarin saat kugengam erat tangan halusmu. merindu hari kemarin saat kutatap dua bola matamu. merindu hari kemarin saat tertawa karena kelakuan lucumu. 
Aku sangatlah mendambamu dari kejauhan sini, sangatlah kuinginkan untuk memelukmu erat, merayumu hinggal tersenyum. ataukah engkau tak ingin menyandarkan wajahmu di pundakku? engkau tak menginginkan hidup denganku? maka biarkan aku memuji Indah ciptaan Tuhan yang ada padamu dari sini.
mungkin engkau masih akan menyapaku di lain hari.

Komentar