PENGINGAT WAKTU


Aku terjebak hujan. Hujan yang berbeda datang kali ini, dia mengingatkan sesuatu yang dulu pernah terkisah.
mengingatkan masa lalu yang tercoret dalam catatan kecilku, dia menghantui. 
Bayangan itu datang seketika tanpa izin dari yang lain. terbayang akan semua perjalanan yang mungkin harus terlupakan. berbeda dengan hari ini, Bayangan itu masuk dalam sendi-sendi jiwaku yang mulai melemah karena waktu.
Mencoba bangkit namun terasa sulit, Bayangan itu sudah menyelimutiku dengan kehangatan yang tak sebanding Selimut buatan Chinese. Menyuruhku terbaring sejenak di pangkuannya, untuk mengenang masa-masa indah yang terlewati. 
Memanglah indah jika kupandangi raut wajahmu, wajah yang begitu tulus memberi dan menerima. boleh dikata, kau tak berkembar, tak ada yang sepertimu. Ragamu begitu baik terhadapku, menafkahi dengan kasih sayang, menerima dengan ketulusan.
Namun, harus kau tau satu hal. Diri ini ingin berkelana, mencari jalan sendiri. menemukan rumah tempat tinggal adalah mimpi yang harus jadi nyata. Dan kini semua telah terjadi, jangan kau mengusikku disini, jalan kita tak searah lagi. Yang berlalu biarlah berlalu.
Hadirmu hanya sebagai pelajaran. bahwa semua yang diinginkan tak semestinya dimiliki. bahwa semua yang makhluk berhak menentukan nasib. Engkau adalah masa lalu, biarlah hujan jadi pengenang. Dan biarlah hujan hari ini berlalu.
Engkau harus belajar dari kehidupan, bahwasanya hidup hanya sementara. tak selamanya abadi, adalah julukan bagi Rasa. kita hanya terjebak di lubang yang hampa. dimana orang-orang sedang sibuk mencari jalan masing-masing sedang kita masih sukar untuk keluar dari zona nyaman.