DIAM DAN BAHAGIA

Mungkinkah cuma aku yang bahagia saat mengenang ataupun menatap masa depan? Banyak hal yang bisa kita pelajari dari Waktu, termasuk saat kita mengenang dan menatap masa depan. 
Karena didalam mengenang kita bisa bersyukur bahwa kita masih memiliki hari ini. banyak orang yang berpendapan tentang mengenang bahwa mengenang adalah hanya untuk orang-orang awam yang tak memandang masa depan. mungkin saja itu benar. namun haruslah kita melihat kebelakang karena tidak akan pernah ada masa depan tanpa ada masa lalu. 
Seperti halnya  Tere Liye (Penulis Buku) dalam bukunya yang berjudul Hujan  yang berbicara "Kenapa kita mengenang banyak hal saat hujan turun? Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika ia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana menghentikan tetesan air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya" dan masih banyak lagi. 
Kalau saja kita dilarang untuk mengenang adalah hal yang tersulit buat diri ini. karena disaat melangkah, langkah demi langkah. kenangan itulah yang menghampiri dan membisikkan masa lalu. 
karena memang kenangan adalah sesuatu yang bisa membuat tubuh kita kembali ke hadapan Tuhan, bahkan bisa membuat kita tak sadarkan diri. belajarlah mengenang sebelum dirimu kaku untuk berpikir. bahkan saat tulisan ini tertulis, tangan yang berada diatas keyboard dan pikiran berada diawan kenangan serta jiwa yang berada disampin orang-orang yang telah berlalu. 

Begitu pula saat kita menatap masa depan yang belum tentu kita miliki. terasa sangat cepat kita kemasa depan ketika kita merenung. yang bahkan sampai terbayang bahwa masa depan hanya milik kita. ketika egois yang mendahului. mungkin anda pernah membayangkan anda memiliki Gedung yang tinggi, memiliki Bisnis yang Besar serta Aset terbangun dimana-mana. 
itulah bayangan masa depan, semua itu bisa tercapai ketika kita benar-benar ingin sampai kesana (bersungguh-sungguh) 
Eleanor Roosevelt (Ibu Negara Amerika 1933) bernah berkata "Masa depan adalah milik meraka yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka". Kejarlah mimpimu sebelum waktu merenggutnya, karena mimpi adalah milik semua orang. namun jangan pernah melupakan satu Hal bahwa Tuhan hanya menemani mereka yang meminta dari-Nya. ketika kita merasa mampu merenggut dunia itulah kesombongan besar yang anda tunjukkan pada dunia. 
Dekatlah dengan Tuhan maka kesusahan akan jauh darimu.

Komentar

Posting Komentar