DAUN, IKUTLAH BERSAMA ANGIN

masih pada daun yang gugur
aku terhambat dengan beberapa hal
termasuk tentang dirimu

lembaran demi lembaran terbuka karena tiupan bayanganmu
mengingatkan akan masa dimana dunia serasa milik berdua
aku menikmati bukan menanti karena aku benci dirimu
yang sebab dari benciku kau mengetahui..
maafmu dan maafku kian berjauhan, aku tak bisa memaafkanmu
dan tentu engkaupun begitu. harapku
pada saat angin datang kau diterpa dan akan hilang, aku tak ingin lagi
menaruhmu dalam diam dihatiku.
rasa yang kupendam bukanlah dendam, karena disetiaap sujudku namamu kupanggil
semoga diberi yang terbaik dalam setiap hal.
aku tidak lagi sama seperti yang kau kenali kemarin. karena kini ku telah
merubah banyak dari segala dimensi yang engkau kenali
agar disetiap gerakku adalah untuk menjauhimu.
kamu seharusnya melakukan hal sama, bukan malah mengataiku dengan
perkataan romantis yang sangat-sangat aku benci
"Semoga masih ada harapan diantara daun dan ranting"  kau tau, itu mengingatkan aku untuk kembali padamu,
sedang diriku membencinya.
hari ini adalah hari -+180 kali 24 jam setelah kau lepas dari ranting.

aku membencimu bukan mendendammu..
aku mendoakanmu bukan menginginkanmu..
untuk kisah yang telah tenggelam dimakan usia.
akan sukar bagiku untuk mengingatnya
aku adalah pelupa, yang akan melupakanmu.
jikalaupun dirimu tak mampu melakukan hal yang sama, serahkan kepada waktu.
kembalilah dimasa kau belum tumbuh pada ranting, dan jangan mengambil langkah untuk mengenaliku lagi
sekarang musim kita berbeda. aku akan tetap berjalan meskipun waktu menusuk -nusuk telapakku
karena aku yakin ada hal indah dimusim selanjutnya.

Komentar